Ketika Pajak mengingatkan kita, Kehadirannya Bersama Kita
Bahkan sudah ribuan kali kita mendengar kata “Pajak”. Seakan “Pajak” sudah menjadi suatu kata yang sehari-hari tidak pernah tidak terdengar. Sekarang Mahasiswa sudah hadir di Sekolah Vokasi Universitas Pakuan, khususnya di Program Diploma Tiga Manajemen Perpajakan. Akan lebih sering mendengar kata Pajak. Di kelas (dosen menyebut-nyebutnya dalam perkuliahan), di laboratorium maka aplikasi perpajakan diakses dengan bimbingan instruktur. Pada tugas-tugas yang harus diselesaikan, sudah tidak terhitung seberapa banyak kata Pajak dituliskan. Namun, tidak juga berakhir. Ya, memang tidak akan pernah berakhir. Dengan kata Pajak, kita akan menjadi Ahlinya. Dengan kata Pajak, kita akan menjadi Seorang Praktisi Profesional. Tiga tahun di bangku kuliah, kata Pajak terus terdengar. Setelah di wisuda menjadi Ahli Madya di bidang Manajemen Perpajakan, bukan lagi telinga yang mendengar, akan tetapi tangan dan pikiran kita bekerja melalui suatu logika dan aktivitas yaitu PAJAK. Memang demikian, sudah ditakdirkan, Ahli Madya Sekolah Vokasi Universitas Pakuan didedikasikan untuk Pajak Indonesia. Mahasiswa sejak awal sudah dilibatkan untuk berkontribusi pada penerimaan negara dengan caranya sendiri melalui Penciptaan Keahlian dengan Kompetensi di bidang Manajemen Perpajakan.
Apa sebenarnya Ahli Madya yang menguasai bidang Manajemen Perpajakan Pajak itu?
Ahli Madya (dengan sebutan gelar A.Md) diberikan kepada lulusan program diploma tiga (D3) sebagai sebutan profesional. Sebutan Ahli Madya adalah representasi formal dari kualifikasi level 5 dalam dunia pendidikan tinggi vokasi. Kemampuan penanganan praktis di bidang perpajakan menjadi faktor terpenting ketika memasuki dunia industri dan dunia kerja. Sedangkan Manajemen Perpajakan sebagai Jurusan atau Kekhususan program diploma tiga dengan memberikan gambaran kurikulum pembelajaran yang telah diterimanya selama masa pendidikan, yang penekanannya tidak hanya pengetahuan perpajakannya namun juga berkaitan dengan manajemen perpajakan (bagian hilir dari siklus perpajakan untuk mendapatkan nilai tambah, penulis). Program Diploma Tiga Manajemen Perpajakan sebagai institusi pendidikan yang menghasilan sumber daya manusia yang dapat menjembatani kompleksitas regulasi perpajakan dengan kebutuhan operasional dunia usaha (ahli praktisi pajak tingkat menengah). Dengan kata lain, Manajemen Perpajakan adalah bekal pengetahuan dan praktis perpajakan yang lengkap untuk membangun Indonesia bersama Ahli Madya.
Mengapa Generasi Z perlu mempelajari Pajak dengan baik dan tepat?
1. Mahasiswa adalah harapan bangsa.
Sebagai harapan dari suatu bangsa yang besar. Maka dengan pembekalan yang cukup secara pengetahuan keilmuan, ketrampilan praktis, dan sikap profesionalisme serta menjunjung tinggi nilai-nilai integritas maka generasi tersebut menjadi harapan bangsa. Kemudian, dengan memiliki cara pandang yang benar terhadap Pajak artinya menyadari pajak wajib dikelola dengan benar dan berkeadilan, sekaligus menjadi agen perubahan bagi masyarakat Indonesia.
2. Mahasiswa adalah Masa Depan.
Mahasiswa setelah selesai dan lulus maka akan memasuki suatu sistem berkaitan dengan penerimaan dan pendapatan negara —dari lingkungan bisnis, sektor publik, hingga pada pengambil kebijakan terus dikelola secara berkelanjutan. Kepatuhan pajak yang baik sekarang adalah dihasilkan dari pelaku masa depan yang merupakan investasi untuk kualitas hidup bangsa di masa mendatang.
3. Menjadi Agen Perubahan.
Ahli Madya di bidang manajemen perpajakan adalah generasi cerdas dan kritis. Dengan memahami alur penerimaan dan pengeluaran negara, menjadikan sebagai agen perubahan sehingga berkontribusi pada implementasi perpajakan yang dipercaya, mendorong transparansi, dan memastikan uang rakyat digunakan untuk kepentingan rakyat.
Bagaimana Memulai?
- Profesionalisme: Setiap mendapatkan kepercayaan maka etika-etika profesionalisme menjadi cahaya dan petunjuk adanya amanat yang diemban yang pasti akan dimintai pertangungjawabannya.
- Tegakkan Integritas: Jika sudah dipercaya maka tidak ada sedikitpun tersirat untuk menciderai kepercayaan tersebut.
- Cari Tahu dan Sebarkan: Manfaatkan sumber informasi resmi seperti situs web Direktorat Jenderal Pajak (DJP) atau kanal media sosialnya untuk memahami hak dan kewajiban perpajakan.
Kesimpulan
Manajemen Perpajakan bukan sekadar sebagai Ahli Madya, tetapi bukti telah melalui jalan akademik vokasi sebagai Generasi Ahli dan Profesional. Dengan kontribusi yang disesuaikan dengan kemampuannya masing-masing, Ahli Madya bersama-sama membangun kemajuan bangsa. Memberikan penguatan bahwa memahami dan taat pajak adalah langkah pertama untuk menjadi warga negara dan intelektualitas yang empowered dan turut membangun masa depan Indonesia.
Tim Dosen Prodi D 3 Manajemen Perpajakan. (2025, 29 Desember). Ketika Pajak mengingatkan kita, Kehadirannya Bersama Kita . Diakses dari [https://d3pajak.unpak.ac.id/]