Pondasi dibangun di Sekolah Vokasi guna memastikan perjalanan mahasiswa menjadi Ahli Madya senantiasa berkelanjutan, berdampak dan berdaya saing tinggi di dunia industri dan dunia kerja.
Semester ini merupakan fase kritis dimana mahasiswa mengawali perjalanannya di fase pendidikan tinggi berketrampilan. Secara bertahap pembentukan mindset diarahkan dengan dibangunnya pondasi untuk menjadi Ahli Madya. Kompetensi di bidang keilmuan perpajakan mulai diperkenalkan. Hasil yang diharapkan pada tahap ini adalah penguasaan dasar kompetensi dan persiapan untuk memasuki ekosistem keahlian perpajakan.
Sejalan dengan terfokusnya perhatian pada capaian pembelajaran dasar kompetensi kemudian ditingkatkan ke arah kekhususan kompetensi dengan mulai mempelajari mata kuliah – mata kuliah yang lebih spesifik. Dilanjutkan dengan secara bertahap mulai mempelajari aplikasi maupun sistem informasi yang menjadi tulang punggung digitalisasi perpajakan. Hasil yang tentunya diharapkan pada semester ini adalah mulai terbentuk sikap profesionalisme serta penguasaan kompetensi perpajakan terbangun.
Dua semester yang telah dilalui akan menghasilkan kemampuan daya analitikal terhadap pemecahan masalah pada problem tingkat menengah.. Sejalan dengan berkembangnya daya analitikal tersebut, keterampilan praktis pada pemecahan masalah berpusat pada kemampuan memberikan solusi secara komprehensif. Perolehan pembelajaran pada kelas-kelas praktikum semakin melatih daya nalar menyelesaikan suatu masalah sebagai bagian dari suatu sistem yang dicarikan solusinya secara praktis. Dengan tetap berlandaskan pada ketentuan dan peraturan yang berlaku.
Kapasitas diri mahasiswa mulai terbentuk menjadi seseorang profesional. Dimana kemampuan dalam membuat keputusan semakin menguat didasarkan pada semakin banyaknya praktikum pembelajaran yang diperoleh. Mata kuliah khusus semakin padat. Pada semester ini mahasiswa dituntut untuk mengasah kemampuan mensintesis berbagai aspek perpajakan menjadi pemahaman yang lebih utuh sehingga memiliki kapasitas menyelesaikan administrasi dan teknis perpajakan dengan tepat. Pembekalan yang cukup pada semester ini agar praktik kerja magang industri pada semester berikutnya akan siap secara mental. Hasil yang tentunya diharapkan pada semester ini adalah sikap profesionalisme serta penguasaan kompetensi perpajakan pada tingkat menengah telah dicapai
Mahasiswa mulai dibimbing untuk memasuki praktik kerja magang industri di institusi maupun entitas sektor publik atau sektor komersial. Namun demikian, beberapa mata kuliah masih diberikan melalui pembelajaran di kelas. Perkuliahan secara hibrid diperlukan guna mengharmonisasikan pelaksanaan praktik magang dimana mahasiswa masih berada di tempat pemagangangannya paralel melaksanakan pembelajaran mata kuliah. Pada semester ini sikap tanggung jawab mahasiswa dan profesionalismenya terbentu melalui karakter yang ditunjukkan pada pelaksanaan magang industri dan perkuliahan. Hasil yang diharapkan adalah pembuktian diri pada pencapaian kompetensi.
Tahap terakhir yang masih harus dilalui. Setelah mengikuti pemagangan yang intensif dengan mendapatkan banyak pengalaman luar biasa. Dan juga telah lengkapnya bekal kompetensi perpajakan yang dipelajari baik di ruang kelas maupun di tempat magang. Selanjutnya adalah menyusun Tugas Akhir dengan bimbingan Dosen-dosen Akademisi-Praktisi untuk menciptakan kemampuan menulis, melaporkan, dan mempresentasikan baik pada Sidang Proposal Tugas Akhir maupun pada Sidang Tugas Akhir. Kewajiban mengikuti Uji Kompetensi yang dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi akan melengkapi ketrampilan praktis sebagai Ahli Madya di bidang Manajemen Perpajakan.